Tentang Skripsi dan Risiko
Aku bisa bilang aku menyelesaikan skripsi sesuai target. Namun, pada satu waktu dari sidang skripsi sampai akhirnya wisuda, ada satu bagian dari diriku yang tidak merasa sepenuhnya bangga dengan pencapaian itu. Sesaat setelah sidang skripsiku selesai dan dinyatakan lulus dengan perbaikan, yang aku jawab ketika teman-teman masuk ke ruang sidang untuk menyelamatiku kemudian bertanya, "gimana perasaanmu?" Hampa... Aku ingat aku menjawabnya dengan hampa. Aku tidak benar-benar merasa bangga atas hasilnya. Mungkin memang wajar untuk lulus dengan perbaikan, tapi saat itu rasanya aku tidak merasa pantas dengan perbaikan yang sebenarnya lebih mengarah pada awal mula dan proses pengerjaan skripsiku. Bisa aku katakan proses skripsiku penuh dengan aku yang takut mengambil risiko, dan mau yang cepat-cepat aja. Mulai dari topik yang sebenarnya bukan ketertarikan awalku, dosen pembimbing yang aku pilih berdasarkan kepastian aja, hingga pada prosesnya aku mencari cel...